Pajak apa saja yang saya bayar ?

 

tax5Seringkali banyak keluhan pengusaha atau Wajib Pajak yang mengeluhkan mengenai pembayaran pajak. Mereka merasa awam jika harus berurusan dengan masalah Pajak. Contohnya Pa Beni, ia seorang pengusaha yang belum lama memulai usahanya, sebelumnya ia merupakan seorang karyawan yang kemudian berpindah jalur menjadi seorang enterpreuner.  Pada saat ia menjadi karyawan, tentu saja hampir seluruh masalah pajak sudah ditangani perusahaan tempat dia bekerja. Beda halnya dengan sekarang dimana ia juga harus memikirkan mengenai pembayaran pajak.

Pa, saya ini seorang pengusaha, terus terang saya sangat awam dengan masalah Pajak. Saya bingung, sebetulnya saya harus bayar pajak apa saja ke negara ?

Dimata Orang Pajak, Wajib Pajak (WP) itu dibagi dalam 2 kategori, yaitu

  1. WP Badan, yaitu Wajib Pajak berupa Perusahaan, PT, CV, Yayasan, Koperasi, dan lainnya
  2. WP OP (Orang Pribadi), Yaitu Wajib Pajak berdasarkan orang per orang

Di kesempatan ini saya coba jelaskan dulu yang mengenai WP OP atau Wajib Pajak Orang Pribadi. Kenapa dinamakan WP OP, ya karena pengenaan pajak dihitung dari setiap orang pribadi, baik itu karyawan, pengusaha, maupun pengangguran.

Loh Pengangguran pun kena pajak?

Bukan kena pajak, tapi pengangguran juga merupakan Subjek Pajak, artinya dia memiliki tanggung jawab untuk melaporkan pendapatannya setiap tahun. Perkara penghasilannya tidak cukup untuk penghidupan, ya tidak perlu bayar pajak. Namun tetap harus melaporkan. Kan dalam Pajak dikenal PTKP (Penghasilan Tidak kena Pajak), artinya kalau Penghasilan kita masih dibawah angka PTKP kita tidak perlu membayar pajak, tapi tetap wajib lapor.

Ok, sekarang kita coba jawab pertanyaan Bapak, “Pajak apa aja sih yang saya bayar jika saya menjadi pengusaha ?”

  1. Pajak Penghasilan, semua Wajib Pajak pasti dikenakan  Pajak Penghasilan ini, namun Perhitungan  pajaknya bisa berbeda. Jika Bapak merupakan pengusaha baru maka dikenakan yang namanya PPh Final sebesar 1 % dari Penjualan setiap bulannya. Nah jika Bapak merupakan pengusaha yang sudah berusaha lebih dari 1 tahun, dan ber omzet lebih dari Rp. 4,8 Milyar, maka PPh yang dibayar dihitung berdasarkan tarif normal.

Jadi kalau saya baru berusaha, setiap bulan harus bayar pajak 1% dari Omzet ?

Yap, bener Pa, Kalau sudah tahun kedua, pembayaran pajaknya dihitung berdasarkan penjualan selama tahun pertama. Misalkan Bapak berusaha di tahun 1 memiliki omzet dibawah 4,8 milyar, maka di tahun kedua Bapak tetap membayarkan Pph sebesar 1 % dari Omzet. Namun jika ditahun kedua memiliki omzet lebih dari 4,8 Milyar maka Pembayaran pajaknya disesuaikan dengan tarif umum.

Tarif Umum tuh yang bagaimana?

Sesuai UU Pajak Penghasilan, Tarif Umum itu dihitung berdasarkan Laba dari perhitungan hasil usaha setelah dipotong PTKP.

Tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang digunakan untuk menghitung penghasilan kena pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri adalah sebagai berikut:

Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak
Sampai dengan Rp 50.000.000,- 5%
di atas Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 250.000.000,- 15%
di atas Rp 250.000.000,- sampai dengan Rp 500.000.000,- 25%
di atas Rp 500.000.000,- 30%

 

2. Pph 21, Nah kalau perusahaan Bapak sudah mempunyai karyawan, pastinya harus dipotong pajaknya, tarifnya sama dengan Tarif Umum Pajak Penghasilan. Sebetulnya Pembayaran pajak ini dipotong dari gaji karyawan, jadi semisal Gaji Karyawan Bapak Rp. 5 juta, maka Bapak harus potong gaji karyawan tsb.  sebesar 5 % setelah dikurangi PTKP dari Rp. 5 Juta. Lantas potongan tsb. disetorkan ke negara lewat DJP (Dirjen Pajak). Jadi kalau pajak ini sebetulnya merupkan beban dari karyawan, namun Bapak diwajibkan memotong dan menyetorkannya.

3. Pph 23, yang ini hampir sama dengan Pph 21, namun beda objek. Kalau Pph 21 karyawan yang dipotong gajinya untuk pajak, kalau Pph 23 memotong pembayaran mitra usaha Bapak, khususnya para penyedia jasa yang jasanya dimanfaatkan oleh perusahaan Bapak. Misalnya saja jasa sewa kendaraan, Jasa Konsultan, Jasa Outsourcing dan lainnya

4. PPN, Nah kalau ini kita tidak memotong tapi memungut pajak dari Konsumen. Artinya disetiap Produk yang Bapak Jual baik berupa Barang maupun Jasa, Bapak berkewajiban menambahkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 %. Namun tidak semua Pengusaha yang berkewajiban memungut Pajak PPN, hanya pengusaha yang beromzet diatas 4,8 Milyar setahun yang wajib memungut PPN. Lain halnya jika sang pengusaha memandang perlu untuk memungut PPN pada setiap penjualan produknya, maka pengusaha dapat mengajukan  diri menjadi PKP (Pengusaha Kena Pajak).

Masalah PPN ini juga sudah dibahas pada tulisan sebelumnya  disini

Lantas pajak apalagi ?

Itu aja dulu aja Pa, kalau yang lain juga ada tapi tidak terlalu umum dikenakan ke pengusaha, misalanya PPN BM atau Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah, PPh 22 pajak utk ekspor impor, dan masih banyak lagi yang lain. Nah, untuk sementara 4 jenis pajak ini saja dulu yang kita perhatikan, karena tidak semua pajak juga dikenakan kepada setiap pengusaha.

Oh ga banyak juga ya jenisnya …

Iya Pa, intinya hanya Pajak penghasilan dan PPN ko Pa.

Lantas cara perhitungan dan pembayarannya bagaimana ?

Nah kalau itu Bapak bisa langsung datang saja ke kantor kami, untuk membicarakannya secara detil.

Kantor bapak dimana ?

di Jl. Pecilon Indah II No. 2 Cirebon Pa

Ok Pa, saya akan ke kantor Bapak, terima kasih  atas penjelasannya 

sama sama Pa, dengan senang hati

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “Pajak apa saja yang saya bayar ?

  1. Permisi,

    Mau tanya, yang dimaksud Pajak Penghasilan di nomer 1 itu Pajak Penghasilan apa ya Pak?
    Saya bingung, soalnya ada PPh 21, PPh 22, PPh 23, dll
    Jadi yang pertama itu masuk PPh berapa (PPh apa)?

    Terimakasih

    Suka

    • Terima kasih atas pertanyaannya, untuk Pajak Penghasilan di Nomer 1 adalah pajak penghasilan untuk usahawan atau orang pribadi yang penghasilannya dari usaha / bisnis bukan dari pekerjaan atau tenaga ahli.
      No. 1 itu termasuk PPH Ps 4 ayat 2 atau bisa PPH pasal 25/29, tergantung dari omzet usahanya

      Suka

  2. Salah contoh.
    Di PPH21, anda tulis potong pajak 5% dari 5juta gajinya pegawai.
    Harunya hanya potong 5% dari PKP, yaitu Gaji dikurangi PTKP.
    Penyederhaan contoh memang perlu untuk menjelaskan ke khalayak umum, namun jangan juga oversimplified, jadinya banyak yang akan salah kaprah.
    Saya salah satu korban misinformasi: saya pikir gaji saya yang 6 juta harus bayar 15% pajak karena penghasilan > 50juta/thn dan tanpa dikurangi PKP, 900ribu sebulan!!!! .
    Ternyata yg dihitung PKP >50jt/thn jadi sy hanya bayar 5% dari PKP = 112.500 /bln.
    Jauh sekali bedanya kan?
    Saya sendiri sempat sangat antipati dengan pajak karena merasa keberatan dengan jumlah yg salah kaprah pertama tadi.. Gara-gara baca blog-blog pajak yang kasi info setengah-setengah seperti ini.
    Akhirnya beranikan diri dan cari waktu mampir ke kantor pajak, dijelaskan oleh petugas disitu.
    Makanya sekarang jadi semangat bayar pajak untuk pembangunan!

    Suka

    • Terima kasih atas koreksinya, sebetulnya saya ingin menjelaskan secara global saja dan pointnya hanya menjelaskan jenis pajak apa saja yang harus dibayar. Dalam Ilustrasi dialog tsb. juga sudah saya sampaikan bahwa untuk tahu lebih jauh mengenai perhitungan dapat data ke kantor.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s