Masih soal Tax Amnesty

tax-amnesty-lembaga-pajak-620x400Masih seputar masalah Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak. Kali ini saya ingin membahas banyaknya pertanyaan mengenai Tax Amnesty.

Pertanyaan :“Kenapa sih saya harus ikut Tax Amnesty, saya kan sudah bayar pajak, baik itu pajak Penghasilan, PPN ataupun PBB. Dari sekian banyak jenis pajak yang saya bayar, sekarang saya harus bayar lagi pajak amnesty???

Jawaban : “Sebetulnya jika Bapak sudah merasa benar dan sesuai terhadap pembayaran Pajak yang Bapak lakukan. Bapak juga sudah melakukan Pelaporan SPT setiap tahunnya secara benar dan sesuai, maka Bapak tidak perlu lagi mengikuti Program Tax Amnesty. Program ini (TA) adalah memang diperuntukan bagi WP yang belum benar atau belum sesuai dalam hal pembayaran pajaknya dan juga belum melaporkan harta kekayaannya dalam SPT Pajak tahunan. Namun demikian Program ini memiliki benefit / keuntungan dimana bagi WP yang ikut serta dalam program ini maka pembayaran dan pelaporan pajaknya tahun 2015 ke belakang dianggap benar dan sesuai. Jadi tidak ada lagi surat himbauan ataupun surat tagihan pajak kepada WP yang ikut serta dalam program ini.”

Pertanyaan  : “Kenapa sih aset yang kita miliki harus ditebus, padahal kan saya beli aset dari harta saya sendiri, saya juga cari uang dari keringet saya sendiri. Saya juga sudah bayar BPHTB, Pajak pembelian, PBB  dll?”

Jawab : Memang benar bahwa anda membeli aset dari hasil jerih payah anda sendiri, dan pada transaksi jual beli aset (utamanya property) ada pajak atau bea yang harus dibayar. Contoh saja anda membeli rumah pasti dikenakan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), disisi penjual dikenakan pajak penjualan. Disamping itu anda juga dikenakan PBB setiap tahunnya. Nah pertanyaannya kenapa kita harus bayar pajak lagi, dalam kaitannya dengan Tax Amnesty? Jadi tebusan Tax Amnesty itu sebetulnya untuk menggantikan Pajak penghasilan dan PPN tahun2 sebelumnya yang mungkin belum kita bayarkan atau baru dibayar sebagian. Contoh saja “A” seorang pengusaha, setiap bulannya dia hanya mengakui usahanya kurang dari yang sebenarnya, misalnya hanya 50% dari total usahanya yang diakui, lama kelamaan pendapatan yang 50% (yg belum dilaporkan) ini terkumpul dan kemudian dibelikan aset, nah aset inilah yang dimaksud pemerintah untuk ditebus. Jadi yang dikenakan tebusan / pajak adalah pendapatannya senilai aset itu, bukan asetnya.”

Pertanyaan : “Saya kan waktu itu beli aset (rumah), semua surat2 sudah saya urus melalui Notaris, saya juga bayar pajak-pajaknya. Karena saya sudah urus semua melalui Notaris dan bayar pajak-pajaknya artinya sudah terdata dong di Negara?

Jawaban : “Nah ini yang seringkali orang salah kaprah memahami fungsi SPT Tahunan.Dalam Pajak Indonesia menganut sistem self asessment artinya pelaporan pajak setiap WP adalah berdasarkan pengakuan sendiri, atau WP secara aktif melakukan pelaporan dalam SPT tersebut. Adapun transaksi2 baik melalui notaris maupun perbankan, tidak otomatis menjadi data kita di Kantor Pajak. Justru sebaliknya transaksi2 tersebut dapat menjadi bahan refernsi Kantor Pajak, jika WP kurang melaporkan aset pajaknya. “

Catatan :

Jawaban2 ini berdasarkan apa yang penulis baca dalam undang-undang maupun ketentuan perpajakan dan juga pemaparan seminar – seminar perpajakan khususnya terkait Tax Amnesty serta pengalaman menangani Klien.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s