Antara E-Billing, E-Filling dan E-Fin ?

Iklan e-filing 2016_0

e-Billing

Sudah Setahun ini, para Wajib Pajak tidak lagi menggunakan format pembayaran Pajak secara Manual. Sekarang tidak ada lagi SSP yang diisi dengan mesin ketik ataupun ditulis tangan. Sejak diberlakukan peraturan per 1 Juli 2016, semua WP harus mendapatkan akun e-Billing melalui Web (daring) Dirjen Pajak, guna melakukan proses pembayaran pajak.

Lantas apa itu e-Billing Pajak?

e-Billing pajak menurut Direktorat Jenderal Pajak (DJP) adalah sistem pembayaran pajak elektronik dengan cara pembuatan kode billing atau ID billing terlebih dahulu.

Memang dengan cara ini, mau ga mau WP pembayar Pajak harus sudah melek internet dan tidak Gaptek. Karena proses pembuatan E Billing ini harus melalui internet, baik melalui Komputer PC ataupun Gadget lain seperti Smartphone dan Tablet.

Intinya e-Billing ini adalah suatu proses awal dalam hal kita melakukan pembayaran Pajak. Jadi e-Billing akan mengeluarkan kode billing, yang digunakan sebagai kode pembayaran di bank maupun tempat pembayaran pajak lainnya. Tanpa adanya kode billing kita tidak dapat melakukan pembayaran.

e – Filling 

Menurut DJP e-Filing adalah suatu cara penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak (http://www.pajak.go.id) atau Penyedia Layanan SPT Elektronik atau Application Service Provider (ASP).

Jika e-Billing digunakan untuk melakukan pembayaran Pajak, beda halnya dengan e- Filling. e-Filling Pajak digunakan untuk WP melaporkan SPT PPH tahunan secara Online. Dengan menggunakan fasiltas ini, WP tidak perlu lagi berantri ria di kantor Pajak untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan.

Jadi e-Filing menjadi alternatif pada saat penyampaian SPT Tahunan secara online. Dengan cara ini, kita hanya tinggal mengisi data pada form dalam website ataupun mengupload SPT tahunan kita.

E – Fin

Sedangkan yang dimaksud dengan e-Fin atau Electronic Filing Identification Number adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada wajib pajak untuk melakukan transaksi elektronik di antaranya adalah e-Filing pajak. Gunanya adalah sebagai salah satu alat autentikasi agar setiap transaksi elektronik atau efiling SPT (surat pemberitahuan pajak) dapat dienkripsi sehingga terjamin kerahasiaannya.

Jadi e-Fin sendiri merupakan kunci untuk WP dalam melakukan e-Filling. Jika kita sudah mendaftar e-Fin, maka data kita dapat dibuka secara online. Maka dari itu kita harus baik baik menyimpan password dan email kita agar tidak dapat dibuka oleh pihak lain yang tidak berkepentingan.

Terlihat memang bagaimana DJP mulai berbenah diri, salah satunya adalah dengan aplikasi aplikasi yang memudahkan WP untuk melakukan pembayaran ataupun pelaporan secara online. Memang ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti seringnya Server DJP down, ataupun menu dalam form yang masih kurang (contohnya history pembayaran pada e-Billing). Namun itu semua diharapkan dapat segera diperbaiki.

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Antara E-Billing, E-Filling dan E-Fin ?

  1. Ping balik: Antara E-Billing, E-Filling dan E-Fin ? | Don Kusmargono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s