Kode Eror E.Faktur 2.0

e-faktur

ETAX-API-00003: Upload faktur corrupt, ulang kembali
Penyebab: Tanggal faktur lebih kecil dari tanggal pemberian NSFP

ETAX-20011: Could not open hibernate session

ETAXSERVICE-40008: Service error. Lakukan upload ulang. Could not send message
Penyebab: Koneksi ke DJP terputus saat proses uplod Solusi: Start uploader ulang dan upload ulang

ETAXSERVICE-30004: Error upload faktur null pointer
Penyebab: Gagal hashing data, sertifikat corrupt/tidak dapat digunakan
Solusi: Unduh lagi sertifikat elektronik, perkenalkan/impor ulang sertifikat elektronik, upload lagi

ETAX-30009: Report tidak dapat dibuat, general error
Penyebab: DC tidak dapat membuat pdf Client tidak dapat lagi mencetak pdf bagi pengguna network database
Solusi: Refresh DC melalui menu referensi-administrasi sertifikat Cetak pdf dari PC server

ETAX 40001 – Tidak dapat menghubungi E-Taxinvoice Server DJP
Penyebab: Tidak terhubung ke internet, Traffic koneksi ke webservice e-faktur sedang ramai, Malware
Solusi: Pastikan jaringan internet stabil agar dapat terhubung ke service DJP, matikan sementara antivirus, Sebaiknya gunakan internet dengan modem portable tanpa proxy

ETAX-40002: Error di service Tidak dapat melakukan koneksi dengan service
Penyebab: Tidak dapat registrasi dengan db baru bentukan dari e-faktur 2.0 (Bugs Aplikasi e-faktur 2.0)
Solusi: Buat folder db baru di aplikasi 1.0.0.46 kemudian pindahkan ke e-faktur 2.0, kemudian lakukan registrasi

ETAX-40003: Error di service session
Penyebab: Tidak dapat membentuk koneksi DJP

ETAXSERVICE-20017: Client tidak terdaftar
Penyebab: DB sudah pernah direset

ETAX-40006: Error update, tidak dapat mengambil file download
Solusi: Update manual

ETAX-50001: Tidak dapat mendapatkan summary dokumen PK PM
Penyebab: Database corrupt Solusi Ekspor data dari database yg corrupt Buat database bary Impor data dari database yang lama

ETAX-10002: Tidak dapat mengambil data
Penyebab: Koneksi ke database terputus/tidak berhasil
Solusi: Apabila menggunakan network DB, pastikan DB di server sudah berjalan Apabila Lokal DB, cukup restart aplikasi e-faktur

ETAX-10003: Input ke database tidak berhasil, periksa kembali data yang akan diinput
Penyebab: Nama Barang/Jasa terlalu panjang Database corrupt
Solusi: Sesuaikan nama barang agar tidak terlalu panjang maksimal 255 karakter Ambil db dari database backup Database tidak bisa dijalankan Pastikan database ada dan aplikasi yang berjalan di komputer anda hanya satu aplikasi saja.

ETAX-10001: Error Database. Versi aplikasi dan database tidak sama Versi aplikasi: 1.0.0.46 Versi Database: 2.0.0.0
Penyebab: Update tidak berjalan dengan sempurna
Solusi: Jalankan ETaxInvoiceUpd.exe sampai menutup sendiri Rename file ETaxInvoiceUpd.exe, fungsinya untuk mematikan autoupdate

FAQ TAMBAHAN:
Klik rekam faktur tapi tidak muncul form rekam?
(P) Ada NSFP yang BERIRISAN di Referensi Nomor Seri Faktur
(S) Hapus record NSFP yang OVERLAP Data muncul sebagian setelah update?
(P) Paging yang tidak memperbaharui keselurahan data
(S) Tekan tombol hitung total record Tidak dapat melakukan backup?
(P) Tidak dapat membackup DB karena corrupt atau virtual storage
(S) Update manual dan gunakan DB backup Ekspor data dari DB dengan aplikasi lama, kemudian update manual dan impor data

Iklan

Perbedaan e-Faktur V 1.0.0.46 dan e-Faktur 2.0

731d6317e2933da5ae7164c34284cd1f

Mulai Bulan Oktober 2017 ini, Dirjen Jendral Pajak resmi meluncurkan aplikasi e – Faktur 2.0, aplikasi e – Faktur versi terbaru yang menggantikan aplikasi e – Faktur sebelumnya. Aplikasi ini sudah lebih disempurnakan, dengan fasiltas yang lebih lengkap dan memudahkan untuk pengguna.

Dengan ada nya aplikasi e-Faktur 2.0 ini, otomatis aplikasi yang sebelumnya tidak dapat lagi digunakan. Jika anda coba membuka e-Faktur versi 1.0.0.46 maka akan ada proses updating. Sayangnya pada saat awal  e-Faktur 2.0 ini diluncurkan, banyak sekali pengguna yang mengeluhkan gagal updating. Karena gagal updating, banyak yang mencoba untuk mengunduh aplikasi dari web Pajak.go.id, namun lagi lagi pengguna banyak yang kecewa, karena aplikasi tidak dapat di unduh. Dan setelah beberapa hari kemudian, aplikasi dapat di unduh dari web DJP.

Nah, untuk mengetahui perbedaan dari aplikasi e-faktu yang baru dan yang lama, bisa dilihat di tabel di bawah ini :

Baca lebih lanjut

Apa itu Pajak Final dan Pajak Non Final

pph-final-pajak-ukm-onlinepajak_0Kita sering mendengar istilah : “Pajaknya sudah Final” atau istilah “Pajak Final” sayangnya tidak semua orang yang paham apa sih artinya Pajak Final ? Apakah jika pajak Final itu berarti sudah melalui tahap fase penyisihan kemudian semi final dan sekarang tinggal pertandingan Final? Hahaha… emangnya turnamen sepak bola…

Lantas apa sih artinya Pajak Final ?

Dari arti harafiahnya dalam bahasa Indonesia Final adalah “Terakhir” atau “Penyelesaian” atau “Selesai”. Jadi kalau disambungkan dengan Kata Pajak , artinya Pajak yang Terakhir atau mungkin lebih tepatnya Pajak yang sudah selesai. Selesai bagaimana? Nah akan timbul pertanyaan lagi, maksudnya Pajak yang sudah selesai, apakah sudah tidak ada pajak lagi yang harus dibayar?

Jawabannya : Ya, benar bahwa tidak ada lagi pajak yang harus dibayar.

“Wah enak dong saya tidak perlu bayar pajak lagi, kalau gitu saya mau bayar pajak Final saja”.

Kalau memang anda tidak memiliki transaksi lain ya tidak perlu lagi anda bayar pajak. Tapi jika anda masih memiliki transaksi ya harus bayar Pajak lagi dong.

“Loh katanya sudah terakhir dan sudah selesai Pajaknya?”

Maksud kata “Final” disini adalah Pajak Penghasilan atau Pph  yang melingkupi satu transaksi tersebut. Artinya jika anda bertransaksi sebesar Rp. 1 juta rupiah dan dikenakan pajak Pph Final, maka anda tidak akan lagi dikenakan pajak terhadap transaksi tersebut. Jadi jika anda mendapatkan uang misalnya dari bunga deposito Rp.1.000.000 maka akan dipotong pajak sebesar 5 %. Pajak atas bunga deposito tersebut sudah final atau sudah selesai tidak ada lagi sangkut pautnya dengan penghasilan lain atau biaya – biaya yang keluar .

“Lantas apa bedanya dengan Pajak Non Final?”

Nah, kalau Pajak Non Final, artinya masih belum selesai transaksinya, kita diberikan kesempatan sampai dengan akhir tahun buku, melakukan rekapitulasi seluruh penghasilan dan biaya biaya selama setahun dan akan diperhitungankan dengan dengan pajak Non Final yang sudah dibayar. Contohnya anda memperoleh penghasilan dari usaha jasa, maka pihak pembeli akan memotong pajak Pph 23 dan anda akan menerima faktu pajak pph 23. Faktur pajak pph 23 ini dapat anda perhitungkan sebagai pengurang untuk pajak tahunan anda.

“Wah enak Pajak Non Final dong, bisa kurangi pajak kita. Kalau gitu saya mau mintanya Pajak Non Final saja”

Baca lebih lanjut

Memanfaatkan Jasa Konsultan Pajak

jasa-pajakSaat ini hampir semua individu disibukan dengan kegiatannya masing masing, terutama individu – individu yang tinggal di kota kota besar. Mereka rata – rata terfokus pada bidang usahanya atau bidang pekerjaan masing – masing. Bagi para pekerja tentunya akan berkutat dengan pekerjaanya sehari hari, demikian pula bagi para pengusaha pastinya akan disibukan perhatiannya dengan perkembangan bidang usahanya.

Hal ini menyebabkan para individu seringkali kurang “aware” terhadap hal hal yang semestinya harus menjadi perhatian. Seorang pengusaha kuliner misalnya akan sangat fokus memperhatikan Kualitas produk, dan berusaha agar konsumen dapat dipuaskan dengan produk makanannya.  Ia biasanya akan sangat piawai dalam mengolah produknya dan sangat mengetahui detil produknya. Namun seringkali Sang pengusaha kuliner tersebut kurang memperhatikan hal hal lain dalam perkembangan usahanya, aspek Pajak misalnya.

Seringkali masalah pajak ini agak diabaikan oleh para individu, baik itu para pekerja maupun usahawan. Ini biasanya diakibatkan karena kurangnya informasi dan juga karena bejibunnya aturan perpajakan yang semakin hari semakin memusingkan. Bagi para profesional yang fokus menggeluti bidang usahanya, tentunya ia kekurangan waktu untuk menelaah dan mempelajari aturan aturan perpajakan yang terupdate. Belum lagi membuat pelaporan pelaporan pajak setiap bulannya atau setiap tahunnya. Untuk mengatasi hal ini, bisa saja ia berkonsultasi atau berdiskusi dengan petugas pajak, namun adanya kendala jarak dan waktu sering menjadi penghalang. Belum lagi seringkali ada antrian yang panjang untuk melakukan konsultasi atau melaporkan laporan pajak kita.

Jalan keluarnya mungkin dapat  meng”hire” staf khusus untuk kepentingan perpajakan atau dikenal dengan Tax Specialist. Tentu saja untuk meng”hire” staf khusus Perpajakan tidaklah murah, bagi perusahaan besar tentunya tidak menjadi masalah, namun bagi pengusaha kecil tentu hal ini menjadi kendala.

Adanya Profesi “Konsultan Pajak” adalah untuk membantu para profesional tersebut, dalam hal permasalahan perpajakan. Konsultan pajak akan membantu para profesional ini, dengan berbekal Pengetahuannya dan Pengalamannya di Bidang Perpajakan.  Anda bisa memberikan kuasa kepada seorang konsultan pajak utk menangani kewajiban perpajakan anda dari mulai mempersiapkan, menghitung sampai melaporkan pajak yang telah anda bayarkan. Satu hal yg pasti adalah bahwa dalam suatu perusahaan, menggunakan jasa konsultan pajak sangatlah di rekomendasikan dengan pertimbangan efektifitas dan efisiensinya. Jadi utk menghindarkan hal-hal yg tidak diinginkan, menggunakan jasa konsultan pajak utk segala urusan perpajakan sangatlah penting utk dilakukan.

Apa saja sebetulnya manfaat yang diberikan Konsultan Pajak : Baca lebih lanjut

Antara E-Billing, E-Filling dan E-Fin ?

Iklan e-filing 2016_0

e-Billing

Sudah Setahun ini, para Wajib Pajak tidak lagi menggunakan format pembayaran Pajak secara Manual. Sekarang tidak ada lagi SSP yang diisi dengan mesin ketik ataupun ditulis tangan. Sejak diberlakukan peraturan per 1 Juli 2016, semua WP harus mendapatkan akun e-Billing melalui Web (daring) Dirjen Pajak, guna melakukan proses pembayaran pajak.

Lantas apa itu e-Billing Pajak?

e-Billing pajak menurut Direktorat Jenderal Pajak (DJP) adalah sistem pembayaran pajak elektronik dengan cara pembuatan kode billing atau ID billing terlebih dahulu.

Memang dengan cara ini, mau ga mau WP pembayar Pajak harus sudah melek internet dan tidak Gaptek. Karena proses pembuatan E Billing ini harus melalui internet, baik melalui Komputer PC ataupun Gadget lain seperti Smartphone dan Tablet.

Intinya e-Billing ini adalah suatu proses awal dalam hal kita melakukan pembayaran Pajak. Jadi e-Billing akan mengeluarkan kode billing, yang digunakan sebagai kode pembayaran di bank maupun tempat pembayaran pajak lainnya. Tanpa adanya kode billing kita tidak dapat melakukan pembayaran.

e – Filling 

Menurut DJP e-Filing adalah suatu cara penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak (http://www.pajak.go.id) atau Penyedia Layanan SPT Elektronik atau Application Service Provider (ASP). Baca lebih lanjut

Pajak Pertambahan Nilai (PK-PM)

ppn2

Mau tanya pak: “misalkan saya bisnis bbm, dan rencana mau ambil dengan pt.a lalu saya jual lagi ke pt.b. pertanyaannya, apakah ppn 10% itu saya tagih juga ke pt.b? Mengingat saya sudah bayar 10% untuk pt.a. jika saya tagih ke pt.b berarti harga bbm-nya jd naik lagi. Tolong pencerahannya. Thank”.

Terima kasih Pa Jimi atas pertanyaannya, saya akan coba jawab pertanyaan ini :

Jawabannya : Jika Bapak sudah PKP, Bapak harus kenakan PPN 10%, namun jika belum PKP, maka Bapak tidak dapat mengeluarkan Faktur Pajak PPN 10%.

Dalam PPN atau Pajak Pertambahan Nilai dikenal apa namanya Faktur Pajak Keluaran (PK)  dan Faktur Pajak Masukan (PM). Yang dimaksud Faktur PK adalah Faktur Pajak yang kita keluarkan dan diberikan Kepada Pembeli, sedangkan Faktur PM adalah Faktur Pajak yang diterima oleh Kita sebagai Pembeli.

Baca lebih lanjut

Masih soal Tax Amnesty

tax-amnesty-lembaga-pajak-620x400Masih seputar masalah Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak. Kali ini saya ingin membahas banyaknya pertanyaan mengenai Tax Amnesty.

Pertanyaan :“Kenapa sih saya harus ikut Tax Amnesty, saya kan sudah bayar pajak, baik itu pajak Penghasilan, PPN ataupun PBB. Dari sekian banyak jenis pajak yang saya bayar, sekarang saya harus bayar lagi pajak amnesty???

Jawaban : “Sebetulnya jika Bapak sudah merasa benar dan sesuai terhadap pembayaran Pajak yang Bapak lakukan. Bapak juga sudah melakukan Pelaporan SPT setiap tahunnya secara benar dan sesuai, maka Bapak tidak perlu lagi mengikuti Program Tax Amnesty. Program ini (TA) adalah memang diperuntukan bagi WP yang belum benar atau belum sesuai dalam hal pembayaran pajaknya dan juga belum melaporkan harta kekayaannya dalam SPT Pajak tahunan. Namun demikian Program ini memiliki benefit / keuntungan dimana bagi WP yang ikut serta dalam program ini maka pembayaran dan pelaporan pajaknya tahun 2015 ke belakang dianggap benar dan sesuai. Jadi tidak ada lagi surat himbauan ataupun surat tagihan pajak kepada WP yang ikut serta dalam program ini.”

Pertanyaan  : “Kenapa sih aset yang kita miliki harus ditebus, padahal kan saya beli aset dari harta saya sendiri, saya juga cari uang dari keringet saya sendiri. Saya juga sudah bayar BPHTB, Pajak pembelian, PBB  dll?” Baca lebih lanjut